 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Italian | | Location: | Plaza Senayan. Lt. II pojokan deket Bakerzin. Jadi kalo anda baca review saya yang Bakerzin dan nemu tempatnya, tempat ini pasti keliatan dari situ. |
Sebenernya makan disini kalo gak kepepet atau ditraktir itu cukup segan. Dilihat dari rasa makanannya yang internasional dan harganya yang ikut-ikutan meng-internasional. Hei.. jika anda perhatikan, harga menjadi salah satu penilaian krusial dalam review-review saya. Nah ini yang mau saya jelaskan dulu nih. Bukannya saya pelit atau apa. Tapi memang uang itu selalu ngepas. Nah oleh karena itu, mengapa restoran ini bisa saya kasih bintang empat? Jawabannya sangat sederhana, karena saya ditraktir!!! Kalo gak ditraktir, mungkin cuman saya kasih bintang tiga. Oleh karena itu, mari kita menuju langsung ke penilaian makanan agar lebih menghasilkan.
Makanan italia seperti ini adalah salah satu international delicacy favorit saya. Membayangkan pasta yang kenyal disiram dengan saus tomat dengan daging giling atau lumeran keju panas di atas roti pizza yang tebal. Weleh weleh.. bagaikan berduet menyanyikan Andeca Andeci dengan almarhum Kasino di depan darling tersayang. Namun berhubung belum ada yang mengisi kekosongan posisi darling tersayang itu, mungkin bisa dimetaforakan dengan hanya berduet menyanyikan Andeca Andeci dengan almarhum Kasino di depan Robert Syarief dan Ira Maya Sopha.
Maka dari itu saya dan keluarga memesan Broccoli Cheese au Gratin with Puff Pastry, yaitu sup brokoli dengan krim keju yang diatasnya ada roti gurihnya, Jumbo Deluxe Pizza, yaitu pizza berisikan jamur, keju, paprika hijau, sedikit sosis, dan daging cincang kecil-kecil, Sirloin Steak with French Fries, yang sebenarnya sedikit aneh karena dipesan tidak pada tempatnya (harusnya pake pasta, tapi karena ibu saya kaga doyan, jadinya pake french fries), Seafood Basket, yaitu aneka gorengan berisi seafood, dan Sole with Mayonnaise (kalo gak salah nama menunya ini), yaitu ikan sole goreng dengan kacang almond dan bawang goreng. Apakah ikan sole itu? Saya juga tidak tahu. Rasanya kaya kakap tapi lebih amis.
Bagaimana dengan rasanya? Hmmm.. tentu internasional sekali. Sup krim yang kental dan roti panas yang benar-benar gurih, daging sirloin yang empuk dan lemaknya cuman dipinggirnya doang (jadi bisa disisihkan jika tidak doyan atau tidak boleh makan oleh dokter anda), pizza yang tebal dan empuk serta berbau keju, gorengan seafood yang mengingatkan anda kepada kampung halaman, serta ikan sole yang amis dan aneh karena pake almond. Itu satu-satunya yang mislek (tulisannya bener gini atau bukan yah?). Kenapa mislek? Soalnya perpaduannya dengan almond itu yang membuat cita rasa ikan amisnya menjadi berkurang. Kalau hanya amis saja, mungkin kita bisa merasakan bagaimana seorang Tom Hanks bisa makan ikan mentah ketika ia terdampar di pulau cast away. Hal itu akan menjadi suatu pengalaman yang splendid untuk anda.
Ketika akan membayar bon, ada pelayan yang menawarkan gelato, yaitu es krim italia yang -katanya- nonfat tapi tetap manis. Wah.. sedikit tergiur juga. Langsung saja saya memesan Choco Hazelnut dan Vaniglia (karena namanya keren jadinya saya pesan, eehh.. ternyata cuman es vanila biasa. Asem!!). Memang ternyata enak juga es krimnya. Manis dan lembut. Enak untuk dikulum-kulum atau diteteskan di udel untuk kemudian dijilat.
Ya sudah. Saya tidak akan membicarakan bon. Karena sekali lagi, ini adalah traktiran. Apalagi ibu saya yang men-traktir. Kalau begitu kita akhiri saja review ini dengan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini untuk ungkapan terima kasih kita kepada ibu kita dan dalam rangka menyambut Hari Kartini Jumat depan.
Mari:
Ibu kita Kartini putri sejati putri Indonesia harum namanya dst dst
  | capuccinno-nya dahsyaattt x) |
| |
|