 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Jl. Panglima Polim terus dikit menuju arah Barito. Pokoknya di seberangnya pelataran House of Adjie ama Bubur Barito dan California Pizza Kitchen. |
Coba posisikan keadaan anda menjadi seperti berikut ini: Hari Minggu, saat siang menjelang sore, habis hujan deras, jalanan lowong. Benar-benar saat dimana perut terasa gantung. Mau makan berat tapi masih ada sisa makan siang. Kalo nunggu sampai waktu makan malam bisa keroncongan. Gantung banget. Biasanya kalo jam-jam segini bakal banyak para penyelamat perut gantung alias abang-abang tukang bakso, bakwan malang, gado-gado, dll. Hore.. saya terselamatkan. Tinggal menunggu, memanggil, dan santap!
Tetapi apa yang terjadi? Abang-abang itu tidak ada yang lewat. Mungkin ini akibat hujan deras beberapa waktu sebelumnya. Mungkin abang-abang itu terdampar di suatu tempat untuk mengeringkan dagangannya. Ya sudahlah.
Di saat pra-depresi seperti itu, ibu saya pun saves the day dengan mengajak saya makan gado-gado. Cihui. Makan sehat di hari Minggu. Kontan saja saya mengambil kunci mobil dan mengeluarkannya dari garasi. Namun ternyata ayah dan adik saya ingin ikut juga, jadi saya pun harus menunggu mereka ganti baju terlebih dahulu. Sial. Mobilpun saya masukkan kembali ke garasi (padahal hal ini tidak perlu. Kenapa juga saya lakukan? Bodoh!)
Langsung saja kita fast-forward ke restorannya karena kejadian-kejadian setelah itu kurang begitu penting untuk ditulis di sini. Wah ternyata restorannya boleh juga. Penataannya sangat apik dan mengingatkan kepada rumah nenek di desa. Sangat bernuansa tempo doeloe, namun sayang, adanya tv, ac, dan beberapa perangkat elektronik modern lainnya menghilangkan nuansa tempo doeloe tersebut. Yang membuat penataan ruang restoran ini lebih gak enak lagi adalah adanya poster pemiliknya yang diambil dari kliping sebuah surat kabar. Headline-nya adalah "Gado-Gado Pilihan Selebriti". Hiii... Tampangnya benar-benar kaga enak banget untuk dilihat dua-duanya. Kayanya mereka itu ibu dan anak. Sialnya, saya duduk tepat di depan gambar tersebut. Jadi saya berusaha sekuat tenaga untuk benar-benar tidak melihat empatpuluh lima derajat ke depan.
Lalu kami memesan Gado-Gado Special Boplo dengan Lontong, yaitu kumpulan sayuran rebus (biasanya berisi kol, tauge, kentang, timun, dan kangkung) yang disiram dengan bumbu kacang, telur rebus, dan ditambah dengan lontong. Kenapa namanya spesial? Karena gosipnya bumbu kacangnya itu terbuat dari kacang mede, yang notabene lebih beraroma dan, pastinya, lebih mahal. Hell yeah. Lebih mahal. Satu porsi gado-gado ini dihargai 16k. Empat kali lipat lebih mahal daripada gado-gado pinggir jalan. Padahal menurut saya rasanya sama saja. Adapun kami memesan Lontong Sayur, yaitu lontong berkuah santan yang merah karena nuansa cabe. Biasanya berisi sayur labu dan sedikit dedaunan hijau serta telur. Satu porsinya dihargai sama dengan gado-gado yaitu 16k. Soal rasa, yah sama saja dengan lontong sayur pinggir jalan. Satu menu lagi yang dipesan adalah Rujak Juhi, yaitu sayuran rebus (timun, kentang, dan kol) ditimpahi mie dan disiram bumbu rujak serta ditaburi suwiran juhi (cumi kering). Harganya juga sama, 16k. Padahal lebih enak rujak juhi yang lewat di depan rumah saya. Asem.
Lalu apa yang menjadi keistimewaan restoran ini? Kalo menurut saya cuman satu, lebih higienis daripada gado-gado pinggir jalan. Soal rasa sih saya rasa banyak yang lebih enak daripada restoran ini. Memang saya rasa pantas sih kalo restoran ini ber-tagline "Gado-Gado Pilihan Selebriti", secara seorang selebriti pasti lebih memilih untuk makan di tempat yang tingkat ke-higienis-annya terpercaya dan lebih cozy untuk menjaga tubuhnya agar tetap fit untuk kelanjutan shooting sinetron kejar tayang mereka.
Jadi, apakah anda merasa seperti seorang selebriti?

 | enak nih...sop buntutnya jg enak!! hehehe |
 | alamak...... bisa tambah sakit perut neh kalau ikut kemaren.. huahuahua.. |
 | dari ketiga menu anda, sptnya saya bisa mencicipi dua di antaranya.. tapi dari segi harga memang mengganjal.. |
| |