 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Jl. Tebet Utara. Pokoknya daerah Tebet yang paling gaul deh. Yang banyak deretan distro-distro dan tempat makan gaul. |
Hari Jumat adalah hari yang paling berkah menurut ajaran agama. Dan ternyata memang benar. Setelah penat akibat ujian kerja dan macet gila seodong-odong di jalan, datanglah segala penyelamat dunia. Di hari Jumat malam yang kisruh tersebut ternyata masih menyisakan banyak ruang senyum bagi diri saya dan kawan-kawan saya saat itu.
Mari kita sambut Nasi Bebek Ginyo. Nasi bebek yang ternyata paling porsi-friendly sekaligus kantong-friendly. Tidak sombong seperti nasi bebek yang lain (karena nasinya boleh ambil sendiri, dan piringnya berukuran segede stir mobil), serta harga minumannya lebih murah daripada warung lain juga.
Ada beberapa macam masakan bebek disini. Ah iya, mereka tampaknya tidak menyediakan menu makanan lain kecuali bebek. Ya iya laaaahhh.. namanya juga warung nasi bebek. Masak mau nyediain rokok ama antangin? Kalo gitu mah namanya warung doang. Masakan-masakan bebeknya terdiri dari Bebek Goreng, Bebek Bakar, Bebek Cabe Ijo, dan Bebek Kremes *). Yang terakhir ini adalah menu yang paling standout disini. Kremes-annya itu lho. Bener-bener ngremesi dan kriuk kriuk banget deh.
*)kremesan = residu bumbu gorengan yang sangat berminyak dan lezat. seperti ciri khas ayam suharti gitu yang ada kremes-kremesan asin asin candu gitu.
Kebanyakan orang mengalami masalah dengan bebek karena dagingnya yang alot, berwarna kehitaman, serta berbau amis seperti sawah. Tapi disini, masalah itu hilang tak tau rimba. Dagingnya empuk sekali dan tidak amis. Potongan bebeknya pun sangat generous bagi saya. Gede dan bisa milih sendiri (bisa sayap + dada, atau paha + brutu).
Bebeknya itu bisa ditemani dengan Sate Ati Ampela Bebek Kremes yang gak kalah gede-gede potongannya. Satu tusuk terdiri dari satu ati dan satu ampela yang ukurannya sebesar kira-kira handphone Nokia 8250. Gede juga kan? Tersedia pula aneka Lalapan standar (kol, timun, daun salam, daun is the new up, daun of the dead, dll). Kesemuanya itu dilengkapi dengan siraman Kaldu Bebek (yang rasanya aneh dan warnanya ijo kaya mencret gajah tapi UENAK-nya gak ketulungan), dan Aneka Sambal pilihan (sambal terasi sampai ke sambal rujak mangga).
Setelah semua hal-hal surga itu ada satu lagi permasalahan yang tidak boleh terlupa dan sangat bikin hati dag dig dug duerr. Permasalahannya ialah sewaktu berada di kasir. Makanan sebanyak ini memang membuat lapar mata dan prihatin kantong.
TERNYATA EH TERNYATA...
Semua set lengkap itu (Nasi putih + bebek + lalap + kaldu + sate + sambel) dan ditambah dengan minum Es Teh Manis hanya dihargai sebesar Rp 23,500 saja. Was wes wos.. Saya girang gak ketulungan. Uang yang hanya tinggal selembar WR Supratman pun ternyata masih bisa digunakan untuk esok hari. Inilah jenis restoran yang saya paling suka. Porsinya banyak dan harganya sangat masuk akal. Hati dan mood saya yang kisruh tadi pun kembali tenang dan confident (lho kok confident?)
Puas sekali pengalaman kali ini. Ini adalah salah satu hari Jumat ter-thebest yang pernah saya rasakan. Semoga Jumat-Jumat berikutnya dapat merasakan seperti ini lagi.
  | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Delicatessen | | Location: | Katanya sih ada di Mal Kelapa Gading, Plasa Semanggi, ama Citos. Cuman saya belum pernah beli disana langsung. Ini kebetulan dioleh-olehi mama saya. |
Minggu sore yang mendung ini menjadi makin manis setelah bangun tidur sore tadi saya dikejutkan oleh sekotak penuh donat di meja makan. Kontan saja perasaan saya seperti seorang Homer Simpson yang sedang memilih donat mana yang akan dimakan untuk waktu istirahatnya. Jika anda mengalami hal ini sendiri mungkin baru akan tahu rasanya.
Saya heran sekali. Begitu membuka kotak itu, muncullah prisma-prisma pelangi yang sangat indah. Merah, kuning, hijau, coklat, putih, semuanya mencolok mata dan menggoyang nafsu makan. Butiran-butiran kacang almond, coklat meisjes, gula cair dan coklat cair seakan berlomba-lomba untuk mencari siapa yang akan dimakan duluan.
Mata saya pun lalu tertuju pada seonggok donat coklat yang tidak bolong di pojok kotak tersebut. Gigitan pertama, kaos saya langsung terkena noda coklat yang tumpah karena ternyata didalam donat tersebut berisikan coklat cair juga. Nama donatnya adalah Coco Loco, yang ternyata memang benar-benar loco (gila) rasanya. Roti garing tapi empuk dipadukan dengan coklat manis yang benar-benar membuat kita serasa pergi ke Roma dalam beberapa detik saja.
Setelah itu, ada satu donat lagi yang menarik perhatian saya. Sebuah donat berwarna coklat muda dengan taburan almond diatasnya. Langsung saja saya ambil dan menggigitnya dengan sangat berhati-hati.
OH MY NINJA!!!
Rasanya sangat membuat melayang menuju air terjun Niagara. Bayangkan coklat putih ditabur almond. Bagaikan makan coklat putihnya toblerone tapi pake roti. Setelah diusut, nama donat ini adalah Al Capone, mungkin karena seperti Al Capone, sang bandit Chicago terkemuka yang sangat beruntung karena pernah bertemu muka dengan Tintin, yang selalu berbaju putih dan bermuka manis.
Benar-benar pengalaman yang manis. Hebat sekali. Inilah donat paling magnificent yang pernah saya makan.
Tapi tak dinyana tak dikira, ibu saya yang tercinta sedikit menghambat ketermanisan hari itu dengan mengumbar beberapa fakta-fakta yang membuat saya sedikit keselek. Fakta-fakta itu adalah sebagai berikut:
1. Satu donat J.Co = 200 Kalori Saya makan dua berarti 400 kalori.
2. Untuk menghilangkan 100 kalori, anda harus menghabiskan waktu 20-30 menit berlari non-stop. 400 kalori berarti 80-120 menit berlari non-stop!!! Bisa mati hamil gua.
Semua fakta itu membuat saya merenung. Kenikmatan duniawi memang menyesatkan. Semua yang manis belum tentu menghasilkan sesuatu yang manis juga.
Tetapi dibalik semua itu, untuk kalian semua yang sudah putus asa menghadapi dunia ini, makanlah donat J.Co ini. Ini adalah sebuah alternatif bahan untuk membunuh diri anda dengan enak. Daripada gantung diri atau minum obat nyamuk, lebih baik anda banyak-banyak makan donat ini. Sebelum mati enak, matinya juga enak karena mati tertimbun manisan seperti ini. Harganya juga relatif terjangkau (menurut sebuah sumber, hanya Rp 40,000an untuk selusin donat ini. Jadi kalau dihitung, anda bisa menambah 2400 kalori dan menaikkan kadar diabetes serta darah tinggi anda). Sebuah best deal bukan?
Selamat menikmati. Euh.. mati saja mungkin.
  | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Jl. Panglima Polim terus dikit menuju arah Barito. Pokoknya di seberangnya pelataran House of Adjie ama Bubur Barito dan California Pizza Kitchen. |
Coba posisikan keadaan anda menjadi seperti berikut ini: Hari Minggu, saat siang menjelang sore, habis hujan deras, jalanan lowong. Benar-benar saat dimana perut terasa gantung. Mau makan berat tapi masih ada sisa makan siang. Kalo nunggu sampai waktu makan malam bisa keroncongan. Gantung banget. Biasanya kalo jam-jam segini bakal banyak para penyelamat perut gantung alias abang-abang tukang bakso, bakwan malang, gado-gado, dll. Hore.. saya terselamatkan. Tinggal menunggu, memanggil, dan santap!
Tetapi apa yang terjadi? Abang-abang itu tidak ada yang lewat. Mungkin ini akibat hujan deras beberapa waktu sebelumnya. Mungkin abang-abang itu terdampar di suatu tempat untuk mengeringkan dagangannya. Ya sudahlah.
Di saat pra-depresi seperti itu, ibu saya pun saves the day dengan mengajak saya makan gado-gado. Cihui. Makan sehat di hari Minggu. Kontan saja saya mengambil kunci mobil dan mengeluarkannya dari garasi. Namun ternyata ayah dan adik saya ingin ikut juga, jadi saya pun harus menunggu mereka ganti baju terlebih dahulu. Sial. Mobilpun saya masukkan kembali ke garasi (padahal hal ini tidak perlu. Kenapa juga saya lakukan? Bodoh!)
Langsung saja kita fast-forward ke restorannya karena kejadian-kejadian setelah itu kurang begitu penting untuk ditulis di sini. Wah ternyata restorannya boleh juga. Penataannya sangat apik dan mengingatkan kepada rumah nenek di desa. Sangat bernuansa tempo doeloe, namun sayang, adanya tv, ac, dan beberapa perangkat elektronik modern lainnya menghilangkan nuansa tempo doeloe tersebut. Yang membuat penataan ruang restoran ini lebih gak enak lagi adalah adanya poster pemiliknya yang diambil dari kliping sebuah surat kabar. Headline-nya adalah "Gado-Gado Pilihan Selebriti". Hiii... Tampangnya benar-benar kaga enak banget untuk dilihat dua-duanya. Kayanya mereka itu ibu dan anak. Sialnya, saya duduk tepat di depan gambar tersebut. Jadi saya berusaha sekuat tenaga untuk benar-benar tidak melihat empatpuluh lima derajat ke depan.
Lalu kami memesan Gado-Gado Special Boplo dengan Lontong, yaitu kumpulan sayuran rebus (biasanya berisi kol, tauge, kentang, timun, dan kangkung) yang disiram dengan bumbu kacang, telur rebus, dan ditambah dengan lontong. Kenapa namanya spesial? Karena gosipnya bumbu kacangnya itu terbuat dari kacang mede, yang notabene lebih beraroma dan, pastinya, lebih mahal. Hell yeah. Lebih mahal. Satu porsi gado-gado ini dihargai 16k. Empat kali lipat lebih mahal daripada gado-gado pinggir jalan. Padahal menurut saya rasanya sama saja. Adapun kami memesan Lontong Sayur, yaitu lontong berkuah santan yang merah karena nuansa cabe. Biasanya berisi sayur labu dan sedikit dedaunan hijau serta telur. Satu porsinya dihargai sama dengan gado-gado yaitu 16k. Soal rasa, yah sama saja dengan lontong sayur pinggir jalan. Satu menu lagi yang dipesan adalah Rujak Juhi, yaitu sayuran rebus (timun, kentang, dan kol) ditimpahi mie dan disiram bumbu rujak serta ditaburi suwiran juhi (cumi kering). Harganya juga sama, 16k. Padahal lebih enak rujak juhi yang lewat di depan rumah saya. Asem.
Lalu apa yang menjadi keistimewaan restoran ini? Kalo menurut saya cuman satu, lebih higienis daripada gado-gado pinggir jalan. Soal rasa sih saya rasa banyak yang lebih enak daripada restoran ini. Memang saya rasa pantas sih kalo restoran ini ber-tagline "Gado-Gado Pilihan Selebriti", secara seorang selebriti pasti lebih memilih untuk makan di tempat yang tingkat ke-higienis-annya terpercaya dan lebih cozy untuk menjaga tubuhnya agar tetap fit untuk kelanjutan shooting sinetron kejar tayang mereka.
Jadi, apakah anda merasa seperti seorang selebriti?
  | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Italian | | Location: | Plaza Senayan. Lt. II pojokan deket Bakerzin. Jadi kalo anda baca review saya yang Bakerzin dan nemu tempatnya, tempat ini pasti keliatan dari situ. |
Sebenernya makan disini kalo gak kepepet atau ditraktir itu cukup segan. Dilihat dari rasa makanannya yang internasional dan harganya yang ikut-ikutan meng-internasional. Hei.. jika anda perhatikan, harga menjadi salah satu penilaian krusial dalam review-review saya. Nah ini yang mau saya jelaskan dulu nih. Bukannya saya pelit atau apa. Tapi memang uang itu selalu ngepas. Nah oleh karena itu, mengapa restoran ini bisa saya kasih bintang empat? Jawabannya sangat sederhana, karena saya ditraktir!!! Kalo gak ditraktir, mungkin cuman saya kasih bintang tiga. Oleh karena itu, mari kita menuju langsung ke penilaian makanan agar lebih menghasilkan.
Makanan italia seperti ini adalah salah satu international delicacy favorit saya. Membayangkan pasta yang kenyal disiram dengan saus tomat dengan daging giling atau lumeran keju panas di atas roti pizza yang tebal. Weleh weleh.. bagaikan berduet menyanyikan Andeca Andeci dengan almarhum Kasino di depan darling tersayang. Namun berhubung belum ada yang mengisi kekosongan posisi darling tersayang itu, mungkin bisa dimetaforakan dengan hanya berduet menyanyikan Andeca Andeci dengan almarhum Kasino di depan Robert Syarief dan Ira Maya Sopha.
Maka dari itu saya dan keluarga memesan Broccoli Cheese au Gratin with Puff Pastry, yaitu sup brokoli dengan krim keju yang diatasnya ada roti gurihnya, Jumbo Deluxe Pizza, yaitu pizza berisikan jamur, keju, paprika hijau, sedikit sosis, dan daging cincang kecil-kecil, Sirloin Steak with French Fries, yang sebenarnya sedikit aneh karena dipesan tidak pada tempatnya (harusnya pake pasta, tapi karena ibu saya kaga doyan, jadinya pake french fries), Seafood Basket, yaitu aneka gorengan berisi seafood, dan Sole with Mayonnaise (kalo gak salah nama menunya ini), yaitu ikan sole goreng dengan kacang almond dan bawang goreng. Apakah ikan sole itu? Saya juga tidak tahu. Rasanya kaya kakap tapi lebih amis.
Bagaimana dengan rasanya? Hmmm.. tentu internasional sekali. Sup krim yang kental dan roti panas yang benar-benar gurih, daging sirloin yang empuk dan lemaknya cuman dipinggirnya doang (jadi bisa disisihkan jika tidak doyan atau tidak boleh makan oleh dokter anda), pizza yang tebal dan empuk serta berbau keju, gorengan seafood yang mengingatkan anda kepada kampung halaman, serta ikan sole yang amis dan aneh karena pake almond. Itu satu-satunya yang mislek (tulisannya bener gini atau bukan yah?). Kenapa mislek? Soalnya perpaduannya dengan almond itu yang membuat cita rasa ikan amisnya menjadi berkurang. Kalau hanya amis saja, mungkin kita bisa merasakan bagaimana seorang Tom Hanks bisa makan ikan mentah ketika ia terdampar di pulau cast away. Hal itu akan menjadi suatu pengalaman yang splendid untuk anda.
Ketika akan membayar bon, ada pelayan yang menawarkan gelato, yaitu es krim italia yang -katanya- nonfat tapi tetap manis. Wah.. sedikit tergiur juga. Langsung saja saya memesan Choco Hazelnut dan Vaniglia (karena namanya keren jadinya saya pesan, eehh.. ternyata cuman es vanila biasa. Asem!!). Memang ternyata enak juga es krimnya. Manis dan lembut. Enak untuk dikulum-kulum atau diteteskan di udel untuk kemudian dijilat.
Ya sudah. Saya tidak akan membicarakan bon. Karena sekali lagi, ini adalah traktiran. Apalagi ibu saya yang men-traktir. Kalau begitu kita akhiri saja review ini dengan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini untuk ungkapan terima kasih kita kepada ibu kita dan dalam rangka menyambut Hari Kartini Jumat depan.
Mari:
Ibu kita Kartini putri sejati putri Indonesia harum namanya dst dst
  | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Japanese / Sushi | | Location: | Plaza Setiabudi Building. Lt. bawah deket pintu masuk samping. Tanya aja lah biar jelas seperti biasa. |
Apakah anda seorang penggemar masakan Jepang dan menginginkan cita rasa yang mendekati otentik serta menganggap bahwa paham hara kiri itu bukanlah suatu perintah dalam baris-berbaris? Kalau begitu, restoran ini cocok sekali untuk anda. Dengan begitu anda sudah memahami budaya dan cita rasa masakan Jepang serta tidak akan bingung lagi membedakan antara chicken katsu dengan chicken teriyaki.
Di restoran ini ada berbagai macam masakan Jepang yang unik dan enak. Salah satu menu favorit saya disini adalah Takigawa Kamameshi, yaitu nasi dengan belut, cumi, ayam, dan sayur-sayuran yang di-steam di dalam satu kompor mini yang bentuknya tradisional. Kalau gak kebayang, mungkin seperti nasi rames (dengan berbagai macam lauk di atasnya) tapi disajikan dengan kompor kayu berbentuk seperti lampion. Rasanya oke. Saran saya, ketika disajikan, tutupnya jangan dibuka dulu dan tunggu sampai nasinya berkerak/sedikit gosong, baru nikmati. Masih gak kebayang juga? Dateng aja deh. Nanti juga tahu sendiri kaya apa maksud saya.
Ada juga berbagai macam menu lain, mulai dari appetizer yang oke seperti Mushroom Wrap (sup jamur Jepang. Disajikan dengan bungkusan metalik yang saya lupa namanya apa. Pokoknya untuk nutupin makanan gitu dah), Chuka Iidako (bayi gurita merah. Coba ini. Enak sekali krenyes-krenyes gitu), Kanimayo Salad (salad dengan daging kepiting dan telur ikan), dan lain-lain.
Main course-nya pun tidak kalah variasinya, dari berbagai macam Fusion Sushi seperti Dynamite (sushi tapi mengagetkan), Crunch-Crunch Roll (isi tepung tempura diselimuti oleh belut), Takigawa Sushi (isi keju dan hati bebek diselimuti oleh nori), sampai ke makanan standar restoran Jepang lain, kaya Tempura (gorengan ala Jepang), Shabu-Shabu (semacam zat adiktif ampas dari heroin), dan masih banyak lagi.
Dengan dilatari oleh musik-musik bernuansa lounge-y, dekorasi yang minimalis bernafaskan Jepang, makanan yang enak, serta kolega-kolega yang menghibur di kala susah dan senang akan mengkombinasikan pengalaman yang menarik di restoran ini. Selamat mencoba.
  | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Jl. Asia Afrika. jadi kalo dari arah JCC belok kiri ke TVRI terus belok kanan di lampu merah Mulia. ntar muter dikit, trus masuk aja di kantor pos. nah bakso-nya ada disebelah kantor pos. |
Setelah uang habis karena weekend-weekend ini makan mahal terus, nampaknya sekarang saatnya mengencangkan ikat pinggang dengan mengurangi uang jatah makan agar lebih menghasilkan. Oleh karena itu, saya langsung mengiyakan saat kolega saya mengajak untuk makan siang di tempat ini. Cihui makan bakso. Udah lama saya gak makan bakso semenjak isu kuah bakso mengandung alkohol lebih banyak dari bloody mary itu. Dan ini lumayan bisa sedikit menghemat. Paling bakso berapaan si harganya? Suasana restorannya sedikit back to the nature atau kembali ke alam, karena wallpapernya dilapisi dengan kayu, sehingga mengingatkan kita kepada wallpaper gubuk tempat disiksanya tujuh pahlawan revolusi di Lubang Buaya. Pada dinding itu juga terdapat lukisan-lukisan orang berkumis bergaya feodal Jawa dan plakat-plakat penghargaan serta izin usaha. Kok hiasannya gak enak banget yah? Kenapa gak gantung menu atau gambar-gambar makanan supaya lebih meningkatkan nafsu makan. Nah ini malah gambar orang kumisan pake beskap. Hiii.. Yah langsung saja ke makanannya. Saya memesan bakso kuah dan tongseng kambing dengan nasi putih. Bukannya saya rakus atau apa, tapi memang makan saya banyak. Kolega saya memesan mie goreng dan mie bakso. Tampaknya dia pecinta mie. Oke, baksonya enak. Licin dan kenyal. Kuahnya juga enak, dengan perpaduan tetelan dan racikan bumbu yang pas. Tongseng-nya juga enak. Dagingnya banyak sekali. Tapi hati-hati untuk anda yang cemen karena gak kuat pedes. Jangan lupa minta pelayannya untuk menyajikan tongseng yang gak pedes. Tongseng ini memang beraroma kuat dan pedes banget. Cocok untuk anda yang bergerak dibidang bela diri. Lalu saya cicip mie gorengnya sedikit. Ah. standar mie goreng lah pokoknya. Kaya mie goreng tek-tek keliling gitu rasanya. Yah overall si bagus makanannya. Lalu bon datang...........  Kaget gak? Kalo kaget berarti kaget anda sama dengan kaget saya ketika menerima bon. MAHAL JUGA. Sial. Ternyata makan bakso di tempat ini sama dengan makan sushi di tempat lain. Wah wah. Gawat ini. Pantesan aja tamu yang dateng itu kebanyakan polwan dan ibu-ibu arisan. Bukannya saya antifeminis, tapi mereka itu kan kebanyakan sudah hidup mapan. Jadinya yah kalo untuk makan siang seperti ini pasti gak keberatan untuk membayar bakso satu mangkok seharga tiga mangkok. Yah hidup ini memang sebuah sumber pembelajaran. Terkadang kemasan yang manis bisa menjadi jahat dan kemasan yang jahat bisa menjadi manis. Asal hati-hati dalam melangkah, niscaya anda takkan tercebur dalam sumur pekat berlumuran salah dan sesal. Camkan hal ini. Terimakasih.   | Cilantro | Feb 15, '06 11:53 AM for everyone |
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | International | | Location: | PIM II Lt.2 North Skywalk. Tanya aja lah ama satpamnya dimana. Gak penting juga sih makan disini. |
Akhir-akhir ini banyak sekali variasi modus operandi seorang penipu. Ada penipuan lewat sms, penipuan lewat telpon teror, penipuan tunggakan sekolah, penipuan lagu-lagu jiplakan band radja, penipuan orangtua yang mengadopsi anak tapi gak bilang-bilang ama anak tersebut, penipuan tukang roti yang bilang kalo rotinya baru padahal udah lama, penipuan tukang gorengan anti formalin padahal pake, penipuan pegawai PLN yang bilang listrik mati karena dibetulin padahal kabel listriknya terpotong, sampai modus operandi yang paling baru kali ini, penipuan berbasis all-you-can-eat!!!
Hey hey hey.. siapa tak tergoda melihat plang seperti ini:
all-you can-eat Dim Sum hanya Rp 25,000++
Wow.. ada juga restoran yang berani mengajukan penawaran seperti ini. Tapi ternyata eh ternyata, banyak sekali keanehan-keanehan yang terjadi. Mari kita runut satu persatu:
1. Tidak ada tulisan buffet di sana. Bener aja, begitu pesen lha kok malah dikasi liat daftar menu. Lalu kita disuruh milih menu apa aja yang mau dikeluarin. Lah ini mah sama aja kaya ala carte biasa. Harusnya kan ada semacem buffetnya gitu dimana kita bisa mengambil apa yang kita mau dan habiskan. Atau paling tidak makanan-makanan tersebut sudah tersedia di tray-tray seperti di restoran dim sum lain. Oke. Hal ini emang gak begitu aneh, tapi anda harus tahu poin selanjutnya.
2. Mbak-mbaknya bilang, "mendingan mas langsung pesen yang banyak aja. Soalnya kalo pesen dikit-dikit keluarnya bisa lama. Kemaren aja ada yang ampe marah-marah." Mati gak lo??? Saya sudah mulai curiga dengan kalimat yang diucapkan terakhir tersebut. Ya udah, saya turuti aja saran dari mbak-mbaknya tersebut. Pesenlah saya semua yang menurut saya enak dari menu itu. Tetapi...
3. Lhoo kok ada french fries, calamari (ditulis dengan crispy fried squid), dan puding-puding gak jelas gitu? Lah ini buffet dim sum atau buffet appetizer sih? Ya udah lah. Karena perut emang udah laper banget, saya memesan banyak sekali menu -seperti yang sudah disarankan tadi-. Keanehan ini belum terasa oleh saya.
4. Pas ditanya per porsinya berapa biji, mbak-mbaknya bilang, "satu porsi isinya dua biji, mas" Oke.. Mulai tidak make sense. Kayanya kalo satu porsi dim sum itu -paling nggak- isinya tiga biji lah. Maksud saya dim sum yang ringan kaya hakau atau somai, karena itulah yang saya pesan. Rasa ketidakadilan mulai bergetar di sekujur badan saya.
5. Ngepet!!! Makanannya datengnya lama banget!!! Ada kali saya menunggu sekitar 20 menitan untuk menunggu datangnya satu menu. Ya. Saya ulangi lagi deh biar jelas.. SATU MENU!!! Usut punya usut, ternyata mereka ini baru memasak makanannya sesuai dengan pesenan tamu. Jadi bener-bener kaya pesen makanan ala carte biasa, cuman bedanya elu boleh mesen berapa kali pun dengan satu kali bayar.
6. Makanan yang dateng gak sesuai dengan porsi pesenan. Jadi saya pesan 3 porsi somai, eeehhh.. yang keluar malah satu tempayan doang dan berisi 5 biji somai. Harusnya kalo dinalar kan, keluarnya 6 biji. Mengingat poin 4 dimana mbaknya bilang satu porsi isinya dua biji. Oke lah. Ketinggalan satu biji kaga papa lah ya? Tapi ada yang lebih aneh lagi, french fries dan calamari yang dipesan digabung dalam satu piring dan dengan porsi yang lebih sedikit lagi. Jadi intinya, penantian selama 20 menit itu terasa begitu percuma dengan porsi makanan yang gak sesuai dengan persetujuan awal (liat poin 4 lagi).
7. Cita rasa makanannya memang sebanding dengan harga yang dikeluarkan. Yah duit sebesar 25rebu mah emang gak bisa terlalu diharapkan untuk makanan international kaya gini. Orang gado-gado aja sekarang harganya ada yang 12rebu!! Ini mau beli dim sum 25rebu??? Makan aja noh tempayannya!
Akhir kata, tempat ini memang tampaknya menjadi tempat yang unsur konspirasi terhadap pelanggan all-you-can-eat-nya sangat tinggi. Dimana teori saya yang lalu (liat review hanamasa) benar-benar terbukti di tempat ini. Kalau sudah begini, saya serahkan saja kepada anda. Sisi positifnya, pelayannya bertindak sangat jujur -bahkan sedikit polos mungkin- (liat poin 2).
Saya memang merasa sedikit tertipu dengan tempat ini. Tapi memang tawaran manis itu sangat menggiurkan, walaupun dibaliknya ada sesosok Beelzebub yang menanti untuk memangsa anda (dompet anda mungkin tepatnya). Maaf Cilantro, anda kehilangan seorang pelanggan. Mungkin lain waktu bisa lebih berkembang.   | Category: | Restaurants | | Cuisine: | International | | Location: | Ritz-Carlton Hotel Jakarta. Lobby Level belok kanan. Alamatnya ape kaga tau. Pokoknya belakang kedubes RRC. |
Hari ini adalah Hari Valentine. Skakmatnya, gebetan tidak ada, apalagi gandengan. Dalam hal ini saya senasib dengan Teuku Rafly tampaknya. Hari ini tampaknya akan menjadi hari iris nadi. Karena tadi siang saya dan ketiga teman saya mengadakan acara bachelor lunch, yaitu acara makan siang khusus para bujang asmara (yang berakhir dengan berak di rumah masing-masing). Hampir saja saya benar-benar mengiris nadi dengan alunan nada dari Jens Lekman. Tetapi.. ada satu kejadian yang akan membuat hari ini akan menjadi sedikit lebih indah. Saya menerima sms dari papa saya.
Isi smsnya kurang lebih begini,
"ntar malem ama emak kita makan di ritzcarlton yuk!"
Langsung hati ini rasanya ingin meloncat keluar badan. WOW!!! Dinner di Ritz-Carlton!! Mimpi apa saya semalam? Apa yang sudah saya lakukan sehingga saya layak mendapatkan ini? Mungkin inilah yang namanya keberuntungan seorang bujang asmara.
Lanjut langsung ke malamnya. Setelah sedikit terlambat pulang karena macet di jalanan (hampir saja kejadian di bakerzin terulang kembali), kontan saja kami sekeluarga berangkat ke hotel tersebut. Sesampainya di sana saya benar-benar kaget. Bermacam-macam international delicacy seperti peking duck, sushi, beraneka pasta, sup buntut, jamu gendong, seafood segar, mie, sampai makanan standar buffet kawinan ada disana. Dan kejutan yang paling surprise adalah, RESTORAN INI ADALAH RESTORAN BUFFET ALL-YOU-CAN-EAT!!!
Selanjutnya tampaknya tak perlu diceritakan. Pas nulis ini aja, saya masih ngiler dan berangan-angan kira-kira kapan saya bisa kembali lagi makan di sana. Ahh.. tampaknya ini adalah Hari Valentine paling berkesan dalam hidup saya. Happy Valentine for all of you. Maaf untuk para bujang asmara yang lain. Pasti nasib anda akan baik juga pada akhirnya. Bahkan pasti bisa lebih baik dari saya. Ahh.. saya sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Maaf semuanya. Tidak ada kata-kata yang bisa saya lontarkan untuk mengungkapkan perasaan ini. Akhir kata, pokoknya kalo anda bayar dengan harga tinggi, kualitas makanannya juga pasti tinggi.
Dan papa saya pun kembali menatap dengan pandangan seorang pembunuh bayaran yang baru saja meloloskan buruannnya.
Tolong saya... Tolong...
    | Hanamasa | Feb 13, '06 12:57 AM for everyone |
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Japanese / Sushi | | Location: | Pondok Indah Mall I Lt.2. Deket jembatan penghubung ke PIM II. |
Coba anda bayangkan situasi seperti ini:
Perut kosong. Uang ada sedikit lebih. Sejauh mata memandang ada daging sapi, daging ayam, daging ikan, sayuran, udang, baso, bola-bola seafood, babat, hati, salad, dan minuman segar menggoda. Semua itu bisa anda lahap semaunya dan sebanyak-banyaknya. Anda hanya tinggal memasaknya sendiri di dua kompor yang sudah disediakan (kompor yakiniku untuk memanggang dan kompor shabu-shabu untuk rebusan-rebusan)
Apa yang kira-kira anda lakukan? Menghabiskannya tanpa tedeng aling-aling?
Gila! Hal itu tampaknya adalah sangat tidak mungkin. Restoran seperti ini sudah punya rumus perhitungan korelasi waktu dan pencernaan perut yang sangat akurat. Dimana setiap waktu anda menunggu makanan tersebut selesai dimasak, pikiran anda akan menjadi tidak sabar, serta perut anda akan semakin berat bekerja mencerna, sehingga hal itu akan mengakibatkan perut menjadi kenyang hanya dalam waktu singkat.
Jadi jangan tertipu dengan plakat all-you-can-eat di sini. Walaupun saya sudah bilang, SEMUA RESTO ALL-YOU-CAN-EAT ITU PASTI ENAK!!!, tapi ternyata di dalamnya itu tersimpan sebuah konspirasi. Sebuah konspirasi yang menjebak pola pikir pelanggan yang menganggap bahwa mereka bisa menghabiskan semua makanan yang disediakan, dan uang yang mereka keluarkan itu sangat berharga untuk hal seperti ini.
Semua itu salah, jenderal.
Tapi enak sih. Gimana dong?     | Bakerzin | Feb 12, '06 1:06 AM for everyone |
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | International | | Location: | Plasa Senayan Lt. 2. Dari belakang jam antik belok kanan. |
Suatu malam saya sedang mengantar keluarga saya berjalan-jalan di plasa senayan. Seperti biasanya, kami pasti selalu berdebat mengenai tempat makan. Debat makin memanas dan sudah mulai mendekati pertikaian yang berujung ke perpecahan. Tapi lalu di tengah jalan ada kursi-kursi yang disusun dengan minimalis dan bau harum roti dan coklat yang semerbak. Tanpa pikir dua kali langsung aja kami duduk dan memesan.
Hei.. setelah memesan pasti anda berpikir, "wah pasti keluarga itu rukun kembali". Anda ternyata SALAH BESAR!!!
Saya akan memberitahu di mana letak kesalahan anda. Pertama-tama, harganya -bujugbuneng- mahal sekali. Kedua, porsinya kecil, -tidak semagnificent foto di menunya-. Ketiga, appetizer dikeluarkan bersamaan dengan main course. Keempat, dessert dikeluarkan sebelum main course selesai dimakan.
Kontan saja keluarga saya memesan dan makan sambil cemberut. Keheningan yang tidak mengenakkan kembali menyelubungi suasana makan malam ini. Para pelayan sampai mengernyitkan mukanya ketika melewati meja kami. Bayangkan anda sedang berada satu meja makan bersama dengan Batman dan Joker. Apa yang akan terjadi?
Tapi kesalahan-kesalahan dan situasi memualkan itu bisa dimaklumi dengan kelezatan cita rasa makanannya. Dari mulai appetizernya (Field Mushroom Soup), yaitu sup jamur dengan beef bacon dan kuah kaldu jamur yang sangat mushroom-y. Highly recommended untuk penggemar mushroom... euh.. yang dimakan. Main coursenya (Smoked Salmon Sandwich), yaitu sandwich salmon asap dengan roti gandum dan sayuran segar yang rasanya seperti sedang makan di pinggir fjord di Eslandia. Segar dan kurang kalo satu porsi. Untuk itu saya tambah satu menu lagi yaitu Oxtail Fried Rice. Katanya sih chef recommendation gitu, tapi rasanya biasa aja. Enak sih, tapi ya standar nasi goreng lah. Cuman nilai plusnya dagingnya banyak. Kemudian diakhiri dengan dua dessert sekaligus, Waffle Ice Cream, waffle panas dengan cheese ice cream disiram dengan kuah strawberry, dan Warm Chocolate Cake, kue coklat panas berisi kuah coklat dengan topping es krim.
Perut kenyang dan sejenak saya melupakan pertikaian keluarga tadi. Tetapi lho eh lho.. sepertinya ada tiga pasang mata di depan kursi saya dan menatap saya dengan hawa membunuh yang sangat dahsyat. Euh.. ternyata itu keluarga saya setelah melihat bon dari makanan kami -euh.. terutama saya-. Langsung saja ketiganya dengan kompak merapal ilmu kanuragan dari Goa Hantu untuk kemudian menyerang saya. Sedikit memar-memar dan mandi darah, tapi hey.. yang penting keluarga saya bisa kompak lagi.   | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Chinese | | Location: | ITC Permata Hijau. Langsung dari tempat masuk udah keliatan plangnya. |
Buat mahasiswa pengangguran seperti saya, makan buffet all-you-can-eat itu udah kaya dapet lotere berlibur ke Perancis nonton kejuaraan dunia senam sinkronisasi bersama Steffi Graf. Apalagi makanannya termasuk international delicacy. Oleh karena itu, mari kita sambut bersama, sang saviour untuk orang-orang seperti saya (atau bahkan anda), Eastern Restaurant.
Di sana tersedia banyak sekali ragam masakan Cina, gua kaga ngarti apaan aja. Tapi ada satu tawaran yang sangat menarik hati dan nafsu makan saya, yaitu Dim Sum All-You-Can-Eat. Hanya dengan uang 38.500 rupiah anda sudah dapat merasakan beragam dim sum, mulai dari hakau, chong fan, lo ma kai, xin cia, andy lau, ekin cheng, vivian hsu dan teman-temannya. Euh.. beberapa nama terakhir hanya rekaan saya saja. Jangan dipikirin.
Soal rasa gak perlu ditanya, namanya buffet all-you-can-eat itu PASTI ENAK!!! Percayalah dengan saya. Kalo masih gak percaya, coba aja anda datang sendiri ke restoran ini. Pelayanannya lumayan profesional. Mesen sebanyak apapun pelayannya kaga cemberut. Biasanya kan kalo di tempat-tempat all-you-can-eat gitu kalo kita makannya udah kebanyakan, pelayannya suka pada kaya kain pel gitu tampangnya. Terus pesenan makanannya datengnya suka dilama-lamain gitu biar kenyang. Tapi di tempat ini, anda mau makan sebanyak apapun, pelayannya tetap tersenyum. Malah kalo mejanya udah kosong, suka ditawarin tambahan lagi. Ini adalah pertanda yang sangat baik.
Overall, this restaurant is a must try! (euh.. pemilihan kalimat yang agak kurang.. maaf..). Highly recommended for all. Ajaklah teman-teman anda semua dan datanglah beramai-ramai. Jangan datang sendirian, mungkin itulah satu-satunya kelemahan restoran ini. Kalo anda datang sendirian, mungkin anda akan dikira kritikus makanan atau malah buronan mertua yang kawin lari. Dim sum adalah makanan yang tepat dimakan sambil bersenda gurau dan ber-double date ria. Akhir kata, enjoy the food and enjoy yourself with your friends.

| |